Daftar Blog Saya

Sabtu, 31 Desember 2011

TANGUNG JAWAB ILMUWAN


TANGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP
MASA DEPAN KEHIDUPAN MANUSIA
Oleh: Aisyah*
*Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya

Ada lima unsur permaslahan yang saling berkaitan dan menentukan daya keterhunian bumi ini untuk manusia di masa depan.
1.      Masalah perimbangan energi di bumi secara menyeluruh
Akibat keberagaman tingkat awan, banyaknya debu dalam atmosfer, garis lintang, ketingigian dan bentuk permukaan bumi, musim dan waktu terjadinya penyinaran dalam hari tertentu, banyak energi yang diterima di daerah dua kutup yang hanya 1/10 hingga 1/8 banyaknya energi yang diterima di daerah tropik semua itu menyebabkan tingkat radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi pun beragam.
2.      Perubahan daur hidrologi di bumi secara menyeluruh
Pola hidrologi lingkungan termasuk pola sebaran curah hujan sangat menentukan produktivitas lahan pertanian. Bertambahnya populasi manusia mengkibatkan perubahan fungsi hutan dan lahan-lahan pertanian menjadi pemukiman juga mengubah pola hidrologi serta menjadikan air semakin langka.
3.      Perubahan daur biogeokimia. Ada 40 unsur yang diperlukan bagi kehidupan. Unsur-unsur yang mengalami daur ulang di antaranya adalah Daur karbon terjadi melalui asimilasi/fotosintesis dan respirasi, Daur nitrogen dari udara ke tanah dan tumbuhan. Ketersediaan nitrogen di dalam tanah sangat berpengaruh pada daya produksi lahan dan kadar karbondioksia di atmosfer bumi. Sebaliknya pemupukan tanaman dengan pupuk N buatan dapat menimbulkan efek samping yaitu denitrifikasi. Daur fosfor dapat melalui peresapan oleh akar tumbuhan hijau. sulfur juga masuk sebagai limbah yang mencemarkan atmosfer dengan menambah ke dalamnya oksida belerang melaui pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi dan batubara sehingga menjadi hujan asam salah satu akibatnya.
4.      Perubahan bentuk dan sifat permukaan bumi. Pergeseran dan peretakan lapisan kulit bumi sebagai gempa tektonik telah mengubah struktur dan tekstur tanah dan batu-batuan yang ada.
5.      Produktivitas biologis pada lahan di bumi. Daya produktivitas lahan di bumi adalah suatu faktor yang sangat menentukan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Bila daya dukung bagi kehidupan manusia melebihi daya produksinya, maka manusia melakukan usaha-usaha menaikan daya produksinya dengan teknologi.
Dari sudut pandang kemampuan bumi dapat ditelaah sebagai berikut :
1.      Keterhunian Bumi Berlandaskan Kesetimbangan Berlainan dengan di kebanyakan planet lain di tata surya kita dan di alam raya, bumi mempunyai atmosfer yang sedang dan dapat mendukung kehidupan. Lapisan Ozon ini juga mengendalikan kuantitas sinar surya yang sampai ke bumi dan dengan demikian juga bersamaan dengan lapisan gas lainnya ikut mengendalikan suhu bumi. Hal ini dikhawatirkan karena akan lebih banyak meloloskan sinar ultra violet yang dapat menyebabkan kanker kulit, kataraks dan meningkatkan suhu bumi yang lambat laun akan melelehkan lapisan es di dua kutub sehingga naiknya permukaan air laut.
2.      Gangguan Kesetimbangan Kehidupan di Bumi Ternyata ada 2 pengaruh yang dapat menjadi sumber malapetaka kehidupan di bumi, yaitu :
·         Pengaruh I : Asalnya dari luar bumi, Kalau energi surya mulai habis, maka tidak terjadi fotosintesis dan matahari sedang dalam proses untuk menjadi bintang yang dingin dan pada suatu ketika gaya gravitasi di dalam matahati akan menarik semua zat ke dalam sehingga terjadi suatu keruntuhan.
·         Pengaruh II : Sumbernya dari bumi sendiri. Dapat dikatakan bahwa pengaruh itu berupa meningkatnya populasi penduduk di muka bumi yang sebenarnya akibat keberhasilan teknologi kesehatan masyarakat.
3.      Daya Keterhunian Bumi oleh Manusia Kegiatan manusia yang didorong oleh meningkatnya populasi penduduk dunia yang berakibat meningkatnya permintaan dan keperluan akan sandang, pangan, papan dan bahan bakar/energi. Hal ini mengakibatkan daya keterhunian bumi oleh manusia akan menurun.
Kendala-Kendala terhadap Kebebasan Akademik
Karena tanggung jawa ilmuwan adalah mempertahankan kebenaran ilmiah, tidak mungkin ada usaha saling menunggangi antara pencapaian tujuan ilmu pengetahuan dengan usaha-usaha pembatasan menemukan pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan ilmu pengetahuan akan mengalami kehancuran.
Tanggung Jawab Ilmuwan
Tanggung jawab ilmuwan terhadap masa depan kehidupan manusia di antaranya adalah :
1.      Tanggung jawab Profesional terhadap dirinya sendiri, sesama ilmuwan dan masyarakat, yaitu menjamin kebenaran dan keterandalan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dibuatnya secara formal.
2.      Tanggung jawab Sosial, yaitu tanggung jawab ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut asas moral dan etika.
3.      Sikap Politik Formal Ilmuwan. Jika ilmuwan mempunyai rasa tanggung jawab moral dan sosial yang formal, maka konsekuensinya ilmuwan harus mempunyai sikap politik formal.
Pedoman Kerja Bagi Ilmuwan
Adapun pedoman kerja yang disepakati dan harus diikuti para ilmuwan ialah :
1.      Bekerjalah dengan jurur
2.      Jangan sekali sekali memanipulasi data
3.      Selalulah bertindak tepat, teliti dan cermat
4.      Berlakulah adil terhadap pendapat orang lain yang mncul terlebih dahulu
5.      Jauhilah pandangan berbias tehadap data dan pemikiran ilmuwan lain
6.      Jangan berkompromi tetapi usahakanlah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan tuntas
7.      Perlunya Etika dan Ketaatan Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa (Andi, 1999: 31)
Hal itu juga sejalan dengan asas moral menurut Yuyun (1984: 93) , yaitu :
1.      Kebenaran
2.      Kejujuran
3.      Tidak mempunyai kepentingan langsung
4.      Menyandarkan diri pada kekuatan argumentasi dalam menilai kebenaran
Setiap kali seorang ilmuwan akan mengadakan penelitian, ia harus harus sadar akan kedudukannya sebagai manusia di bumi ini. Artinya ia harus sadar bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya hanya sebagian kecil saja dari Al’ilmi –nya Allah SWT dan bahwa ia hanyalah pesuruh–Nya di muka bumi ini (Al Baqarah: 30-34).


Hal-Hal yang Harus Dilakukan Manusia
1.      Mengadakan kerjasama ilmuwan dan ahli teknologi berbagai negara dalam menerapkan pengetahuannya demi kepentingan seluruh umat manusia.
2.      Perlunya pembangunan yang berorientasi masa depan dan wawasan lingkungan.
Di antaranya :
·         Untuk mengantisipasi tingginya angka natalitas penduduk dunia, perlunya pembatasan melalui program keluarga berencana melalui program PBB.
·         Menghindari pembangunan yang berwawasan efek rumah kaca.
·         Pembangunan dengan berorientasi analisis dampak lingkungan (amdal)
·         Peningkatan kesadaran hidup sehat melalui program peningkatan mutu penduduk dan perbaikan gizi masyarakat
·         Optimalisasi lahan produktif melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
·         Program reboisasi lahan gundul, penghentian penggundulan dan pembakaran hutan.

Sumber : http://mustikasari01.blogspot.com/2010/01/ringkasan-filsafat-ilmu.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar